Live

Mulai mengetik untuk mencari berita...

Kuwait Bantah Terlibat Serangan Udara terhadap Iran, Sebut Laporan Wall Street Journal Tidak Benar

Share to :
Kuwait-Iran

Kuwait City – Pemerintah Kuwait membantah keras laporan The Wall Street Journal yang menyebut negara itu bersama Bahrain melakukan serangan udara secara rahasia terhadap sejumlah target militer Iran pada awal Juli 2026.

Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Kuwait untuk Amerika Serikat, Sheikha Al-Zain Al-Sabah, yang menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta.

Dalam pernyataannya yang dikutip Kuwait Times, Sheikha Al-Zain Al-Sabah menegaskan bahwa Kuwait tidak pernah terlibat dalam operasi militer apa pun terhadap Iran.

"Negara Kuwait tidak berpartisipasi dalam operasi militer apa pun terhadap Iran, dan juga tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk melancarkan operasi ofensif terhadap negara tetangga mana pun," tegasnya.

Minta Wall Street Journal Lakukan Koreksi

Selain menyampaikan bantahan secara terbuka, Duta Besar Kuwait juga mengirimkan surat resmi kepada dewan redaksi The Wall Street Journal. Dalam surat tersebut, pemerintah Kuwait menyebut laporan yang diterbitkan media tersebut sebagai informasi yang "sepenuhnya tidak benar" dan meminta agar dilakukan koreksi.

Langkah itu diambil untuk meluruskan informasi yang dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Laporan Sebut Bahrain dan Kuwait Serang Target Militer Iran

Sebelumnya, The Wall Street Journal dalam laporannya yang terbit pada Jumat (24/7/2026) mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Laporan itu menyebut Bahrain dan Kuwait secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang gudang penyimpanan rudal, drone, serta beberapa fasilitas militer lainnya di wilayah Iran pada awal Juli.

Media tersebut menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan serangan balasan langsung pertama yang diketahui dilakukan oleh kedua negara Teluk terhadap Iran.

Laporan itu juga menyebut Uni Emirat Arab (UEA) diduga memberikan dukungan berupa informasi intelijen mengenai target serta perlindungan udara selama operasi berlangsung. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Bahrain Belum Berikan Tanggapan

Hingga saat ini, pemerintah Bahrain belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan yang dipublikasikan The Wall Street Journal tersebut.

Sementara itu, laporan media Amerika Serikat tersebut menyebut Iran dalam beberapa waktu terakhir memusatkan serangan balasannya ke Bahrain dan Kuwait, yang diketahui menjadi lokasi pangkalan militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Disebutkan pula bahwa meskipun kedua negara memiliki kekuatan udara yang relatif terbatas, mereka disebut tidak ingin terus menjadi sasaran serangan tanpa memberikan respons.

Konflik AS-Iran Masih Berlanjut

Di sisi lain, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran kini telah memasuki bulan kelima tanpa adanya tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.

Negara-negara Teluk Arab juga merasakan dampak besar dari konflik tersebut, mulai dari terganggunya ekspor minyak melalui Selat Hormuz, kerusakan infrastruktur, hingga meningkatnya tekanan terhadap perekonomian kawasan.

Bantahan resmi Kuwait menegaskan sikap negara tersebut untuk tidak terlibat dalam operasi militer ofensif terhadap negara tetangga, sekaligus menepis spekulasi mengenai keterlibatannya dalam serangan terhadap Iran yang beredar di media internasional.

Sumber: Roya News

Sponsor

Banner Iklan