Live

Mulai mengetik untuk mencari berita...

Arab Saudi Cetak Terobosan Dunia dalam Pelacakan Kucing Pasir "Hantu Gurun"

Share to :

Kucing "Hantu Gurun"

Tabuk – Prince Mohammed bin Salman Royal Reserve di Arab Saudi mencatat pencapaian ilmiah berskala global setelah berhasil memasang sekaligus mengambil kembali kalung pelacak berbasis Global Positioning System (GPS) pada enam ekor kucing pasir (Felis margarita). Ini merupakan keberhasilan pertama di dunia dalam penggunaan teknologi tersebut pada spesies kucing pasir.

Penelitian dilakukan dengan menangkap enam individu kucing pasir secara aman, terdiri atas tiga jantan dan tiga betina. Selain dipasangi kalung GPS berbobot sekitar 50 gram atau kurang dari tiga persen berat tubuhnya, masing-masing satwa juga diambil sampel genetik untuk dianalisis. Pendekatan ini menghasilkan kumpulan data ilmiah paling lengkap mengenai spesies tersebut hingga saat ini.

Riset tersebut dikerjakan bersama WildGenes Laboratory dari Royal Zoological Society of Scotland (RZSS). Hasilnya tidak hanya menghasilkan genom referensi berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan pemahaman baru mengenai struktur populasi dan hubungan evolusi kucing pasir. Temuan ini memperkuat penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa kucing pasir terdiri dari dua subspesies, bukan empat seperti yang selama ini diyakini.

Dalam tradisi masyarakat Badui, kucing pasir dikenal sebagai "Ghost of the Desert" atau "Hantu Gurun". Julukan tersebut muncul karena kemampuannya bergerak hampir tanpa jejak di atas pasir berkat bulu tebal pada telapak kakinya. Hewan ini juga memiliki perilaku unik dengan merundukkan kepala dan memejamkan mata saat terkena cahaya sehingga pantulan matanya tidak mudah terlihat.

Sebagai satu-satunya spesies kucing liar yang hidup sepenuhnya di lingkungan gurun, kucing pasir aktif pada malam hari dan mampu bertahan di wilayah yang sangat panas serta kering. Hewan ini memperoleh kebutuhan air dari mangsanya dan memiliki kemampuan pendengaran luar biasa untuk mendeteksi gerakan hewan kecil di bawah permukaan pasir.

Selama 635 malam pemantauan, kalung GPS merekam lebih dari 3.000 titik lokasi, memberikan informasi rinci mengenai wilayah jelajah, lokasi sarang, preferensi habitat, serta interaksi antarindividu. Data tersebut menjadi dasar penting dalam upaya konservasi dan pemulihan ekosistem di kawasan Prince Mohammed bin Salman Royal Reserve.

Pihak pengelola menyatakan bahwa pemantauan terhadap kucing pasir akan terus dilanjutkan menggunakan teknologi GPS, kamera jebak, serta pengamatan langsung oleh para penjaga kawasan. Program ini merupakan bagian dari komitmen Arab Saudi dalam mengembangkan penelitian ilmiah dan perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan gurun.

Sumber (Saudi Press Agency/SPA): https://www.spa.gov.sa/en/N2521836

Sponsor

Banner Iklan